Selama lebih dari 30 (tiga puluh) tahun di bawah pemerintahan otoritarian Orde Baru, Pemilihan Umum di Indonesia berfungsi tidak lebih dari mesin legitimasi kekuatan politik Orde Baru. Pemilu itu sendiri -- yang kerap diistilahkan sebagai Pesta Demokrasi -- tidak pernah sungguh-sungguh demokrastis. Tidak pernah terjadi kompetisi yang jujur dan adil dalam pemilu.(see full in book...)
Musim anjing menggonggong segera tiba. Inilah siklus lima tahunan, ketika kedaulatan rakyat diwujudkan dan karenanya perlu diawasi beramai-ramai, agar hasilnya tidak melenceng dari harapan. Dan, berbeda dengan sebelumnya, Pemilu 2004 ini mengandung begitu banyak hal yang baru, buah dari reformasi, antara lain: pemilihan presiden langsung, pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan juga sist…