Ini adalah buku HAPSARI yang ke-sembilan. Kali ini kami ingin merekam jejak-jejak perjalanan organisasi kami yang letakkan konteksnya dalam arena “bergerak, bersuara,dan berjuang”untuk menegakkan hak-hak azasi manusia,khususnya hak perempuan
Karena pilihan bentuk pemberdayaan terhadap kaum perempuan pedesaan dimulai dengan berorganisasi dan organisasi adalah sebagai basis bergeraknya, maka sikap dan keputusan setiap individu perempuan untuk berganbung di HAPSARI adalah keputusan politik masing-masing individu
Para perempuan desa ini menceritakan berbagai kisah pengalaman hidupnya dir adio sebagai bagian dari kisah kehidupan ini.
See full in book...
Ketika perjuangan tentang kuota perepmpuan di legislatif gencar digulirkan, pada saat itu pula terbuka peluang perempuan duduk di BPD. Tetapi, kepentingan perempuan duduk di BPD bukan semata keberadaan kuota tersebut. Selain bahwa perempuan adalah warga masyarakat desa yang mempunyai wewenang sama dengan laki-laki untuk dipilih di BPD, juga soal keterwakilan perempuan...