Dalam diskursus mengenai migrasi tenaga kerja, kawasan NTB selalu menjadi tolok ukur gerak penduduk antar negara. Harus diakui, NTB meruakan daerah basis buruh migran yang besar jumlahnya, terutama untuk tujuan Malaysia dan Timur tengah...(see full in book...)
Selama ini, penguasa dari presiden gubernur, bupati datang silih berganti, tetapi nasib buruh migran tetap saja tak pasti. Negara tidak malu-malu menyebut jutaan buruh migran itu sebagai “pahlawan devisa”. Namun jangan dikira karena pahlawan mereka dapat tanda jasa atau diundang presiden ke istana...(see full in book...)