Menjadi perempuan di tengah masyarakat patriarki memang tidak mudah. Terlebih bila ayat-ayat Tuhan yang dijadikan tameng dan pengendalinya, serta didukung oleh sosiologis oleh masyarakat setempat. Peran politik (publik) perempuan adalah salah satu isu krusial dan sensitif yang hampir selalu melahirkan penolakan yang luar biasa.(see full in book...)