Volume 1, No.3 Maret - Juni 2001
Salah satu topik paling menarik bagi komunitas pers dalam 5 tahun belakangan ini adalah maraknya gugatan terhadap media dalam kasus pencemaran nama baik. Ini terjadi di seluruh daerah. Tak hanya di jakarta. Maraknya gugatan ini memang sangat menarik perhatian. Sebab ini tergolong fenomena baru dalam sejarah pers kita.
Pasal-pasal tentang penghinaan atau pencemaran nama baik (defamation) banyak dijadikan landasan untuk menghukum wartawan. Di Indonesia pasal-pasal tersebut tersebar di sejumlah peraturan, khususnya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana?/Perdata
Politik di era media massa adalah soal membuat citra. Melalui layar kaca, siaran radio, dan halaman koran, citra bisa dibentuk dan dijejalkan dalam pikiran kolektif publik. Dan citra itu bisa dibuat lebih dahsyat ketimbang ciri-ciri aktual dan kondisi real.
Kehidupan pers pada era demokrasi memiliki tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan pada masa sebelumnya. Di masa orde baru, departemen penerangan (negara) memiliki instrumen surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) dalam mengatur dan membatasi pers.
Buku ini melaporkan 106 kasus tekanan terhadap jurnalis dan media massa selama periode Mei 1994- Mei 2000. Artinya kalau dirata-rata, tiap minggu paling sedikit ada 2 kasus tekanan terhadap jurnalis atau media massa.
In today's Globalized world, two forces are competing for dominance in countries governed by the rule-of-law : libertarian democracy and social democracy. For libertarian democracy, the essential constituents of social freedom are to be found in self-regulated markets and the unrestricted right to private property. Social democracy, on the other hand, underlines the importance not only of civil…
This collected essays, based on survey of democracy, suggests that Indonesia’s democracy is held back. It is true that all people are allowed to vote, but mowen (who are not well connected), the poor and subordinated people are de-facto prevented from standing as candidate and sometimes even from voting thus from trying to develop popular representation. Basic issues of equal civic rights and…
The pendulum of threats to press freedom in Indonesia has shifted. Tha main threat of press freedom has changed, from the public to political, business or military elites. The actors are now no longer mass groups, political parties, task forces or paramilitary groups, but instead public officials, businessmen or military officers.