Book
Pemilu 2004 : transisi demokrasi dan kekerasan
Pemilu di masa Orde Baru selalu identik dengan kekerasan. Begitu banyak kekerasan yang berasal dari luar tumpah ke pemilu (efek spillover). Tak heran, setiap menjelang dan selama pemilu begitu banyak pihak yang bersiap mengamankan. Sementara rakyat di banyak wilayah, harus siap menerima kemungkinan terjadinya kekerasan. Sepertinya bangsa ini, dengan pemilu, menghadapi sebuah bencana nasional lima tahunan.Menjadi penting untuk melihat apakah tradisi kekerasan dalam pemilu sebagaimana masa Orde Baru, bisa diputus pada pemilu 2004 dan pemilu sesudahnya. Sehingga, dalam pemilu yang damai rakyat mendapatkan tidak hanya penguasa, tapi juga pemimpin yang mampu menjawab tantangan jamannya.
No other version available