Salah satu strategi pemerintahan rezim orde baru untuk melanggengkan kekuasaannya adalah strategi de-politisasi massa, yaitu strategi untuk menjadikan massa mengambang (floating-mass) yang terputus dari keterlibatan mereka dalam dunia dan kegiatan politik. Semua kegiatan politik itu dilarang di tingkat desa, di mana sebenarnya persoalan rakyat, penindasan dan ketidakadilan, itu terjadi. Sejalan…
MENUJU REKONSILIASI DI HALMAHERA. Lebih dari sekedar merekam proses geliat masyarakat membenahi pranata yang hancur akibat konflik berkekerasan, buku ini mengungkap bagaimana isu vertikal menjelma jadi konflik horizontal. Ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah karena persoalan tanah, secara sistematis, bergeser menjadi sentimen suku, bahkan berpuncak pada “perang agama”.(see full in b…
“Kejahatan pelaggaran berat HAM sebagaimana telah kita lihat dalam berbagai peristiwa sejarah umat manusia telah menimbulkan dampak menghancurkan bagi jiwa, raga, martabat, peradaban dan sumberdaya kehidupan manusia. Karena itu siapapun pelakunya, dan dimanapun ia berada tidak bisa dibiarkan tanpa pertanggungjawaban dan penghukuman (impunity).” (Abdul Hakim Garuda Nusantara, hal.5)“Reko…
Setelah dua tahun bekerja, apakah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Muhammad Jusuf Kalla menjalankan apa yang mereka janjikan? Seberapa jauh mereka memegang komitmen untuk menjalankan perubahan sebagaimana mereka kampanyekan? Seberapa jauh kebijakan-kebijakan publik yang mereka produksi di bidang sosial, politik dan ekonomi, makin mendekatkan masyarakat pada kebebasan, keterbukaan, keseja…
Revealed in this book for the first time and in great detail is a vital aspect of the story of East Timor: the diplomatic struggle for a peaceful solution to an international problem that festered for almost three decades.The struggles was not waged on any battlefield nor were any weapons used. In the main, it was a struggle between Portugal and Indonesia on the long-term fate of the teritory…
Kenang-kenangan Parlindoengan Loebis merupakan dokumen yang unik mengenai pengalaman seorang mahasiswa Indonesia di Belanda. Tidak hanya karena ia bercerita tentang kegiatannya sejak 1932 sebagai mahasiswa juga mengenai organisasi-organisasi tempat para mahasiswa Indonesia melakukan kegiatan, khususnya Perhimpunan Indonesia yang diketuainya pada 1936. Di sana pada Juni 1941 ia ditangkap oleh t…
Sejarah adalah milik sang pemenang. Ketika 32 tahun berkuasa, Orde Baru menunjukkan bahwa kata-kata itu ternyata memang benar. Pemerintah Indonesia membangun sejarahnya sendiri sesuai selera kekuasaan, yaitu yang bisa memberikan nama baik-baik para pahlawan bangsa (baca: anggota militer) dan jadi legitimasi atas kekuasaan yang dibangunnya.(see full in book...)
“Masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan undang-undang dan rancangan peraturan daerah”.(Pasal 53 Bab X Partisipasi Masyarakat UU No. 10/2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan)(see full in book...)
Erich Brost (1903-1995), founder, editor in-chief and publisher of the Westdeutsche Allgemeine Zeitung, Germany’s largest regional newspaper, lived in Danzig before the second world war, where he was journalist. After the National Socialist took power in 1933 he was part of the resistance and was forced into exile in 1936. In 1945 he began his suc-cessful career in Germany, which led to his b…
Buku ini merupakan hasil tesis yang berisi analisa wacana pada tiga level, level bahasa, institusi dan proses sosial, serta subjektivitas untuk memahami relasi kuasa dalam konstruksi dan dekonstruksi nasionalisme Aceh berlandaskan Islam. Tesis ini melihat tradisi lisan, yang dipraktekkan oleh perempuan Aceh masa kini, untuk memahami perlawanan yang dimainkan perempuan Aceh terhadap wacana yang …