Buku ini adalah pengantar untuk mengenal pemikiran liberal dan tentang dasar-dasar liberalisme. Dan buku ini adalah fondasi dasar filosofi politik abad ke-21. Hal ini memperoleh pengakuan pada tahun 1974 ketika Friedrich August von Hayek dianugerahi Penghargaan Nobel dalam bidang ekonomi.
Buku ini menguraikan berbagai hal yang menyangkut masalah perburuhan di Indonesia dari sejak zaman kemerdekaan hingga dewasa ini. Antara lain aksi mogok menuntut perbaikan upah setelah kemerdehaan, tekanan internasional terhadap masalah perburuhan di Indonesia, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi upah buruh pada masa industrialisasi. Penentuan upah buruh di Indonesia di masa depan u…
Democratization in Indonesia has altered the political decision-making processes in many ways. It has also brought about tremendous change to the role of the Indonesian parliament in the country's political system. Once characterized as a powerless rubber stamp, the parliament has developed into a comprehensive and more representative body able to fulfil its functions more adequately. In the li…
Gerakan politik perempuan Indonesia telah mencapai beberapa kemajuan penting seperti makin banyaknya perempuan yang terpilih menduduki kursi di parlemen maupun jabatan publik. Namun peningkatan kuantitas ini belum dibarengi kualitas yang bisa membuahkan transformasi politik. “Feminisasi kemiskinan“ masih terus terjadi, struktur birokrasi dan institusi pembangunan di Indonesia juga masih ter…
Chega! Merupakan judul dari laporan lima volume dari komisi kebenaran Timor Leste Comissao de Acolhimento, verdade e Reconciliacao (CAVR). Ia merupakan kata dalam bahasa portugis yang berarti “tak akan lagi, hentikan, cukupâ€, dan kata tunggal ini merangkum pesan utama serta harapan untuk mengakhiri kekerasan serta impunitas; harapan yang ingin disampaikan oleh para korban serta saks…
Chega! Merupakan judul dari laporan lima volume dari komisi kebenaran Timor Leste Comissao de Acolhimento, verdade e Reconciliacao (CAVR). Ia merupakan kata dalam bahasa portugis yang berarti “tak akan lagi, hentikan, cukupâ€, dan kata tunggal ini merangkum pesan utama serta harapan untuk mengakhiri kekerasan serta impunitas; harapan yang ingin disampaikan oleh para korban serta saks…
Chega! Merupakan judul dari laporan lima volume dari komisi kebenaran Timor Leste Comissao de Acolhimento, verdade e Reconciliacao (CAVR). Ia merupakan kata dalam bahasa portugis yang berarti “tak akan lagi, hentikan, cukupâ€, dan kata tunggal ini merangkum pesan utama serta harapan untuk mengakhiri kekerasan serta impunitas; harapan yang ingin disampaikan oleh para korban serta saks…
Chega! Merupakan judul dari laporan lima volume dari komisi kebenaran Timor Leste Comissao de Acolhimento, verdade e Reconciliacao (CAVR). Ia merupakan kata dalam bahasa portugis yang berarti “tak akan lagi, hentikan, cukupâ€, dan kata tunggal ini merangkum pesan utama serta harapan untuk mengakhiri kekerasan serta impunitas; harapan yang ingin disampaikan oleh para korban serta saks…
Chega! Merupakan judul dari laporan lima volume dari komisi kebenaran Timor Leste Comissao de Acolhimento, verdade e Reconciliacao (CAVR). Ia merupakan kata dalam bahasa portugis yang berarti “tak akan lagi, hentikan, cukupâ€, dan kata tunggal ini merangkum pesan utama serta harapan untuk mengakhiri kekerasan serta impunitas; harapan yang ingin disampaikan oleh para korban serta saks…
Chega! Merupakan judul dari laporan lima volume dari komisi kebenaran Timor Leste Comissao de Acolhimento, verdade e Reconciliacao (CAVR). Ia merupakan kata dalam bahasa portugis yang berarti “tak akan lagi, hentikan, cukupâ€, dan kata tunggal ini merangkum pesan utama serta harapan untuk mengakhiri kekerasan serta impunitas; harapan yang ingin disampaikan oleh para korban serta saks…