Kisah Hatta, satu dari empat buku seri pendiri pendiri Republik, yaitu: Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir.Sjahrir ialah salah seorang yang paling keras mendesak Sukarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945.Sjahrir termasuk Bapak Bangsa yang radikal, namun tidak suka melawan musuh dengan kekerasan. Sjahrir percaya pada perjuangan diplomasi untuk mempe…
Kisah Hatta, satu dari empat buku seri pendiri pendiri Republik, yaitu: Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir. Hatta, tokoh sederhana dengan pemikiran yang cerdas dan ketajaman pena yang mumpuni, adalah satu dari tokoh pemimpin yang pernah dimiliki negeri ini. Tulisan-tulisan ilmiahnya tersebar di berbagai jurnal dalam dan luar negeri. Membaca buku Hatta ini akan mengajak kita merenungkan …
Kisah Hatta, satu dari empat buku seri pendiri pendiri Republik, yaitu: Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir.Empat puluh tahun sejak Sukarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk membenamkannya justru hanya memperkuat kenangan orang akan kebesarannya. Sukarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi nasional Indonesia…
Kisah Hatta, satu dari empat buku seri pendiri pendiri Republik, yaitu: Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir.Ibrahim Datuk Tan Malaka ialah Bapak Bangsa yang memberikan konsep "Republik Indonesia" bagi Hindia-Belanda yang bakal merdeka. Namun, serdadu dari negeri yang ia bela pulalah yang membunuhnya di Selopanggung, Jawa Timur.Tan Malaka; sosok yang terlupakan. Di tengah gemuruh arus kem…
Buku ini disusun dengan niat sederhana: mengenang Wan Oji. Namun jika kita membaca seluruh isinya, maka kita mendapati bahwa hampir di seluruh isi buku, melampaui niat itu.
Ini adalah buku HAPSARI yang ke-sembilan. Kali ini kami ingin merekam jejak-jejak perjalanan organisasi kami yang letakkan konteksnya dalam arena “bergerak, bersuara,dan berjuang”untuk menegakkan hak-hak azasi manusia,khususnya hak perempuan
Trade unions need to form global networks and unite in their response to the challenges of globalization when attempting to fend off this trend.
Salah satu topik paling menarik bagi komunitas pers dalam 5 tahun belakangan ini adalah maraknya gugatan terhadap media dalam kasus pencemaran nama baik. Ini terjadi di seluruh daerah. Tak hanya di jakarta. Maraknya gugatan ini memang sangat menarik perhatian. Sebab ini tergolong fenomena baru dalam sejarah pers kita.
Politik di era media massa adalah soal membuat citra. Melalui layar kaca, siaran radio, dan halaman koran, citra bisa dibentuk dan dijejalkan dalam pikiran kolektif publik. Dan citra itu bisa dibuat lebih dahsyat ketimbang ciri-ciri aktual dan kondisi real.
Unremittingly dark and menacing, the novel exposes the mindless bloodthirstiness of fundamentalism and brilliantly captures the insanity of violence in our time.